Minggu, 17 April 2016

Fakta Pendidikan di Korea Selatan

1. Jam Belajar

Fakta pertama dari sistem pendidikan di Korea Selatan adalah lamanya jam belajar. Jam belajar yang diterapkan tentu sangat berbeda dengan jam belajar yang ada di Indonesia. Para siswa sekolah tinggi di Korea Selatan belajar selama 14 jam. Pendidikan di Korea Selatan mulai masuk jam 08.30 pagi sampai jam 22.00. Untuk di negara Indonesia mungkin itu terasa begitu lama, namun tujuan dari lamanya jam belajar tersebut adalah agar para siswa bisa masuk ke dalam perguruan tinggi favorit karena persaingan di sana cukup tinggi.
Tidak cukup sekolah disekolah formal saja, para siswa di Korea Selatan juga akan menghadiri lembaga pendidikan swasta / Hagwon (학원). Ini berarti para siswa sekolah tinggi rata-rata tidak pulang sampai tengah malam. Sedangkan bagi siswa sekolah menengah, pihak sekolah masih memberi toleransi dengan waktu belajar antara 08:00 pagi sampai 04:00 sore, dengan tambahan Hagwon sepulang sekolah. jam belajar memang sangat mempengaruhi kualitas pendidikan di Korea Selatan.

2. Fasilitas Belajar

Selain jam belajar fasilitas belajar juga mempengaruhi kemajuan Pendidikan di Korea Selatan. Dengan sistem pendidika paling baik di Dunia tentu Korea Selatan memiliki fasilitas belajar yang benar-benar menunjang kemajuan para siswanya. Beberapa sekolah memiliki ruangan dengan peralatan dan teknologi canggih yang memungkinkan keadaan dalam ruangan tersebut sama seperti keadaan di lingkungan luar agar para pelajar dapat mempraktekkan langsung ilmu pembelajaran yang diterimanya.
Seperti ruangan kelas ekonomi yang dilengkapi dengan lorong, rak, pasar mini atau ruangan kelas kesehatan yang dibuat seperti rumah sakit. Selain itu presentasi Power Point, USB adalah hal-hal dasar yang digunakan dalam sistem pembelajaran SD-SMA. Ruang kelas dilengkapi Komputer yang terhubung ke salah satu sistem proyektor overhead atau layar datar LCD.

3. Tenaga Pendidik

Di Korea ada pepatah yang mengatakan, “Guru adalah hal tertinggi selayaknya Tuhan.” Masyarakat Korea menganggap guru memegang posisi yang berharga dan tinggi karena Korea menanamkan bahwa pendidikan adalah hal yang utama. Akibatnya, Korea benar-benar menjunjung tinggi para guru. Usia pensiun mereka tidak sampai 65 tahun. Senioritas di kalangan guru dilihat melalui bayaran yang tinggi dan jam mengajar yang lebih banyak. Sistem pendidikan di Korea Selatan ternyata menerapkan rotasi mutasi guru setelah lima tahun mengajar.
Hal ini dilakukan agar setiap guru mendapat kesempatan yang adil untuk mengajar di berbagai sekolah yang baik atau buruk. Langkah ini dirasa tepat, karena degan hal tersebut pendidikan akan merata dan kualitas para pendidik akan semakin meningkat.

4. Proses Belajar

Kualitas Pendidikan di Korea selatan tidak terlepas dari proses belejarnya. Pendidikan di Korea Selatan menekankan praktik yang mendominasi dalam proses belajar siswa. Melalui praktik, siswa dapat lebih mengembangkan kreativitas mereka serta dapat bermain sambil belajar. Tetapi, Kurikulum di Korea Selatan pun tidak sepenuhnya mengacu dan terfokus kepada bidang akademik saja.
Namun juga mengacuh kepada bidang non akademik. Pihak sekolah juga memberi kesempatan maupun dukungan kepada siswa yang berminat, dan intinya adalah menyediakan fasilitas yang dapat membantu mengembangkan bakat–bakat siswa.

5. Ke Disiplinan Siswa

Sistem pendidikan di Korea Selatan memang sangat ketat dan keras. Bukan hal yang tabu jika guru melakukan kekerasan fisik untuk mendisiplinkan muridnya. Bahkan para orang tua tidak masalah dengan peraturan itu. Hanya saja saat ini hukuman fisik itu memiliki batasan yang lebih kuat. Kebersihan Sekolah adalah tanggung jawab murid. Sistem pendidikan di Korea mengajarkan siswa untuk bertanggung jawab terhadap perawatan sekolah mereka. Sementara para petugas kebersihan melakukan tugas-tugas utama seperti membersihkan kamar mandi, membersihkan lorong, ruang kelas, tangga, para siswa diwajibkan memungut sampah di halaman sekolah setiap pagi sebelum bel berbunyi.

Itulah beberapa fakta yang turut memengaruhi kemajuan Pendidikan di Korea Selatan. Tidak dapat dipungkiri setiap negara sudah pasti ingin memiliki kualitas pendidikan yang baik. Namun semua hal tersebut tidak akan tercapai jika tidak ada sinergi yang baik antara pemerintah dan masyarakatnya. Kita sama-sama berdoa semoga Indonesia mampu belajar dari sistem Pendidikan Korea Selatan agar dapat meningkatkan kualitas pendidiknya bagi rakyatnya.

sumber : http://indonesiasekarang.com/fakta-pendidikan-di-korea-selatan/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar